TENTANG KAMI
Tentang Ngadongeng
Platform digital untuk mendokumentasikan, menyimpan, dan menyebarkan dongeng serta cerita rakyat Sunda.

Apa itu Ngadongeng?
Ngadongeng adalah platform digital untuk mendokumentasikan, menyimpan, dan menyebarkan dongeng serta cerita rakyat Sunda. Nama "Ngadongeng" berasal dari kata kerja dalam Bahasa Sunda yang berarti "bercerita" atau "mendongeng" — sebuah tradisi lisan yang telah mengalir lintas generasi di Tatar Sunda.
Platform ini adalah kelanjutan digital dari TBM Pabukon Ngadongeng, taman bacaan masyarakat yang berdiri di Dusun Manglayang, Sukasari, Sumedang, Jawa Barat.
Ketika kecil, kami sering mendengarkan berbagai dongeng dari orang tua, nenek, atau kakek. Setelah si pencerita tiada, kami merindukan kembali cerita yang dulu pernah didengar. Dongeng telah menemani kami hingga sekarang dan membangkitkan cinta pada kampung halaman.
Perjalanan Ngadongeng
Ngadongeng hadir sebagai respons nyata terhadap tradisi lisan yang rentan hilang. Masyarakat Sunda melalui budaya bertutur telah mentransformasikan pengetahuan dan nilai dalam dongeng, dan kami ingin menjaga agar warisan itu terus hidup.
Kami mengajak masyarakat Sunda untuk menuliskan kembali cerita fabel, mite, dan legenda — khususnya yang masih jarang dikenal anak-anak dan generasi muda — supaya nilai budaya itu terus diwariskan.
Makna Ngadongeng
Ngadongéng diambil dari kata dongéng, yang berarti “carita baheula, biasana loba pamohalanana”. Dongeng adalah cerita zaman dahulu yang kadang irasional, namun penuh makna. Pendongeng sampaikan pesan tanpa menggurui.
Ada beberapa cerita dari tradisi lisan Sunda yang sudah didokumentasikan oleh pelbagai penulis namun belum diketahui anak-anak. Semoga Ngadongeng membantu orang tua menyampaikan cerita kepada anak-anak dan menumbuhkan imajinasi mereka.
Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok.
Mengapa Ini Penting?
Tradisi lisan adalah bentuk budaya yang paling rentan hilang. Dongeng yang tidak dicatat, tidak direkam, dan tidak dibagikan bisa lenyap bersama penceritanya. Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, dan Sunda — dengan lebih dari 30 juta penutur — adalah salah satu yang terkaya dalam tradisi bertutur.
Ngadongeng hadir sebagai respons nyata: sebuah arsip hidup yang tidak hanya menyimpan cerita, tapi juga mengundang komunitas untuk terus mengisi dan merawatnya.
Siapa yang Bisa Berkontribusi?
Siapa pun. Guru, pelajar, pustakawan, orang tua, seniman, mahasiswa — atau sekadar seseorang yang ingat cerita yang pernah diceritakan neneknya.
Kontribusi bisa berupa tulisan, gambar komik, rekaman suara, atau video. Tidak ada standar produksi minimum — yang penting adalah niat untuk menjaga agar cerita itu tidak hilang.
TIM NGADONGENG
Komunitas Ngadongeng dibangun oleh orang-orang yang percaya bahwa cerita tradisi lisan Sunda harus terus hidup dan dijaga bersama.
Kusnandar
Pembina Komunitas Ngadongeng
Evi Nursanti R.
Founder Komunitas Ngadongeng
Nurul Okta
Graphic & Design Ngadongeng
Euis Yuningsih
Editor Ngadongeng
Chrisna Adhi
Web Maintainer Ngadongeng
TBM Pabukon Ngadongeng
TBM Pabukon Ngadongeng adalah taman bacaan masyarakat yang berdiri pada Desember 2019 di Dusun Manglayang No. 1, RT/RW 2/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
TBM ini memiliki koleksi lebih dari 211 judul dan 514 eksemplar yang berfokus pada literasi anak dengan tema budaya Sunda. Koleksinya meliputi buku cerita bergambar, novel, cerita pendek, komik, dan buku nonfiksi — termasuk buku klasik Sunda seperti Roesdi djeung Misnem.
Telepon
081313237581Alamat
Dusun Manglayang No. 1, RT/RW 2/01, Desa Mekarsari, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang, Jawa Barat